Mau Pemimpin yang mana? (bag. 2)
Lanjutan…
Ketiga, untuk alasan yang lebih eternal, lebih tinggi, yakni untuk Allah. Orang seperti ini tampilan luarnya dalam memimpin sama dengan golongan kedua, namun dengan orientasi yang berbeda sehingga mentalnya lebih memiliki daya tahan perjuangan yang kokoh. Dia tidak peduli atas balasan atau sikap dari rakyatnya karena yang membalasnya adalah ALlah bukan mereka. Rasulullah saw ketika berdakwah di Thaif dan dilempari batu, sehingga Jibril saja esmosi dan menawarkan kekuatannya untuk menghancurkan rakyat Thaif, Rasulullah saw melarang sambil menjelaskan argumentasinya bahwa keturunan mereka (cucu-cuc mereka) bisa saja beriman nantinya.
Totalitas aksi perjuangan dan pengorbanan berawal dari totalitas perhatian dan cinta. Cinta pada diri sendiri (egosentris), cinta pada kemanusiaan atau cinta pada Ilahi. Menurut saya, yang pantas diperjuangkan mati-matian, dikorbankan habis-habisan haruslah berdiri pada fondasi yang abadi : cinta pada Ilahi, yang akan melahirkan banyak sekali cinta-cinta lainnya.
Lalu bagaimana dengan pemuda yang kasmaran td? Golongan kedua berbuat baik kepada sang dewi karena cintanya mutlak untuk sang dewi, cinta yang menuntut kepemilikan. Golongan ketiga berbuat baik kepada sang dewi karena cintanya yang mutlak kepada Allah menyuruh dia sayang dan berbuat baik pada sang dewi. Dampaknya apa pada masing2 golongan itu, silahkan kembangkan sendiri. Sebenarnya analogi ini kurang tepat. Tapi saya sudah mengantuk, flu berat dan mules2 terus…