Coretan Hati

Meniti Jalan dengan Hati

Omdo   

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — gusti at 9:05 am on Jumat, Juni 27, 2008

Bila anda sakit jantung dan anda konsultasi ke seorang dokter, anda temui orang itu sangat meyakinkan anda dalam menjelaskan penyakit anda dan bagaimana mengobatinya. Dokter itu menyuruh anda operasi. Tapi keyakinan anda terhadap dokter yang pakar bicara itu runtuh gara-gara sebuah pertanyaan sederhana: sudah berapa kali anda melakukan operasi dok? TIDAK PERNAH!!
Mobil anda mogok. Ada 2 orang yang berdebat apa yang rusak dan diganti atau diperbaiki. Yang pertama adalah montir yang berpengalaman menangani mobil sejenis dan masalah sejenis. Yang kedua adalah insinyur teknik elektro dengan hasil cumlaude tapi tidak pernah menservis mobil. Kepada siapa mobil anda serahkan?
Demikianlah dua perumpamaan dalam mensikapi sebuah berita, argumentasi atau pendapat. Makanya ketika orang yahudi mengatakan kami adalah kekasih Allah dan bukan yang lain, cukup dijawab dengan sebuah kalimat sederhana. Kalau begitu, maka harapkanlah kematian jika kamu memang benar. Kamu akan menjumpai-Nya. Tapi orang yahudi justru selalu lari dari kematian. 62:6-7.
Makanya iman selalu disanding dengan amal soleh. Karena statement iman saja tidak cukup. Harus ada pembuktian empiris akan iman, yakni amal soleh. Karena itulah, orang munafik walaupun performance dan kata-katanya mengagumkanmu tapi mereka tidak punya bukti akan statement yang diucapkannya. 63:4.
Dalam dunia akademis pun sama. Yang tidak punya kapasitas keilmuan dan pengalaman empirik, tidak dapat menjadi rujukan.
Lalu kepada siapakah urusan hidup dan agama kita percayakan? Selidiki, amati, perhatikan, telaah dulu amalnya dan kehidupannya, jika benar maka ikutilah kata-katanya.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan komentar

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>