Sejenak saja
Maafkan aku kekasihku. Kadang aku memang memikirkannya. Sebentar berkhayal. Berharap. Bermimpi.
Hanya sejenak. Setelah itu aku kembali menikmati indahnya medan juang.
Maafkan aku yang belum bisa menghilangkannya dari fikiranku.
Aku masih belajar, dan kelasku masih dasar dalam perjuangan ini.